Ya Allah.. Tuhan pemberi nikmat dari ujung rambut dan kuku…
Aku kembali menyapaMu dalam embun yang kian mengering..
Sahutan penyeruMu terpantul pada dinding-dinding langit..
Ah.. beku hati ini leleh seketika, hanyut syahdu yang tak berujung..
Aku menitik air mata satu persatu.. memohon dalam lirihan doa…
Memohon ampun atas remajaku sebagai durhaka..
Seperti kali ini.. aku tegak telanjang hadapanMu.. tanpa apa yang kututupi sehelai pun..
Engkau dengan tajam menatapku tak henti.. dan aku menangis..
Karena malu dan rasa syukur dalam waktu bersamaan..
Ingatkah Engkau?
Emgkau memberi jalan yang sungguh berliku, Ya Allah..
Liku yang terjal penuh jurang.. Engkau meletakkanku pada bibir jurang yagn curam..sehingga angin pun dengan mudah merobohkan kakiku..
Dan Engkau memberi sedikit keberanian ini kepadaku utnuk bertahan memegang tanganMu.. tapi aku tidak.. aku melepaskan genggamanku dan memilih jatuh..karena aku tak sanggup menahan rasa getar di lututku untuk tetap bertahan..
Aku pun melempar diriku ke dalam sebuah jurang..
Engkau pun murka padaku..
Tapi aku menyadari dalam dadaku Engkau menatapku dengan tajam hingga aku mati sendiri..
Sebagai Tuhan Pemberi Keselamatan..
Engkau selalu setia berbicara padaku dengan bahasa yagn hanya aku yagn mengerti saat maut yang kutentukan sedang merabut urat tubuhku..
Engkau berbicara padaku.. tentang satu harapan dengan lembut..
Engkau berkata “PERCAYAKAH PADAKU?”
Entah keberanian apa yang Engkau susupkan di dalam hatiku, sebuah keberanian utnuk percaya kepada MU..
Ya.. aku memutuskan untuk percaya kepada Engkau Tuhanku…
Seketika.. Engkau mengusir maut yang telah memakan setengah hidupku.. dan menggenggam hatiku… dan membiakan aku kembali hidup to re-write my own story…
Yes.. thank you Allah SWT for giving me a second chance…