Semalam baru saja menonton film yagn sangat membosankan “Rachel getting married”
*sigh*.. it’s totally bad shoot.. tapi satu hal yagn membuat saya bertahan untuk terus melototin film itu hingga selesai.. yaitu tokoh utama dari film tersebut dan tarung kelahi dalam dirinya.. sebuah pergolakan batin yang menuntutnya utnuk terus hanyut menghukum dirinya sendiri dari sebuah masa lalu yang tidak pernah diharapkan..
Dari film ini saya jadi dibawa untuk terbang ke tahun 2002-2007, saat saya masih menduduki bangku SMA hingga tingkat 2 pada bangku kuliah.. pikiran saya dipenuhi dengan lawakan masa lalu antara saya dan seorang sahabat yagn berjuang di medan perang kehidupan. Seoragn sahabat yagn membukakan mata saya, tempat berbagi kesenangan dan kesedihan sekaligus teman yagn pernah mengajak saya untuk jatuh kedalam jurang yagn sangat dalam.. tapi saya memilih untuk memanjat kembali, sedang dia? Dia lebih senagn mati di dalamnya.
Lakon dalam film ini adalah Anne Hathaway, mereka berdua sangat mirip satu sama lain.. CANTIK DONG…??!! Yes.. Anne and Iteung are beautiful.
No.. no.. bukan itu yagn mau saya bahas..!!
Saya mengamati acting Anne dalam film itu, dan hanyut dalam tarung kelahi yagn ia sampaikan melalui tatapan matanya.. bohong jika saya bilagn saya tidak menangis (meski film itu sama sekali tidak membuat saya emosional).. tapi, tatapan itu sering saya dapati dari mata iteung.. tatapan akan kekecewaan yagn bertubi-tubi, namun bersikeras menipu diri dari segala pahitnya opera dunia bawah sadar..
Saya ingat kembali.. di saat hulu hilir manusia-manusia sepanjang jalan Cihampelas bandung.. iteung berbicara kepada saya tentang semua perlakuan dunia terhadapnya.. dan mulai secara konstan memprotes Tuhan.. tapi saya hanya diam.. karena tidak mengerti Tuhan..
Kembali hari demi hari kita lalui bersama.. bolos dari sekolah, menuju dunia luar. .. hmm.. apa yagn sebenarnya kita cari, teung?? Kebebasankah? Pengakuankah? Mencari diri kita sendiri kah?? Atau hanya ingin terus lari dari kenyataan dan hidup dalam dunia bodoh yagn kita ciptakan itu? Atau hanya ingin dimengerti? Atau hanya ingin menembus langit ke tujuh untuk melukiskan apa itu arti kekecewaan dari perempuan yagn masih berusia belasan tahun?
Atau juga hanya ingin sekadar melepas lelahnya hidup dengan melihat Bandung dari atas Hegarmanah?
Sampai pada akhirnya dia menyerahkan hidupnya pada awal Desember 2005. bohong jika aku tidak menangis karena akhirnya dia menyerah begitu saja. Bohong jika aku tidak mencium bau darah dan airmata yagn menetes di sepanjang jalan Buah Batu.. dan bohong jika mereka bilang “semua akan baik-baik saja”
4 bulan kemudian..
Saat itu usia saya juga masih belasan tahun.. saya masih tidak mengerti bagaimana cara membuat puisi-puisi jahat untuk dituliskan pada tebing jurang yagn iteung loncati.. saya hanya sesekali mendekati jurang itu.. dan melihat jauh kebawah.. sangattt dalam, gelap, dingin, tak ada kehidupan.. rasanya ingin menyerah juga, loncat dan mengakhiri cerita lama..
Guess what?? Would I committed to give up my life too??
The answer was..
YES on April 25th..!
Keesokan harinya,
Saya merasa berbicara kepada iteung.. bahwa I had risked all my life to prove that life was not worth to live in. tapi iteung tidak berkata apa2.. dia hanya tertawa.. mungkin baginya ini adalah lucu.. tapi bagi saya TIDAK!! Ini perkara SERIUS..!!
Lamaa sekali rasanya setelah terakhir bertemu iteung.. entah apa yagn terjadi pada dirinya sekarang..
Tapi…!!
Hmm .. lagi .. lagi .. tapi..!
Kehidupan sering tak berpihak padanya..
Dear comrade..
Berkali-kali ingatan ini jatuh pada masa lalu itu.. saat kita baru bisa belajar bagaimana cara meninggalkan dunia.. menuju dunia yagn hampa dan gelap.. tapi kita masih terlalu muda saat itu bisa memahami apa itu arti dari sebuah hidup mati dan kehidupan kematian..
~Rizky Anastasia~