saat hari lelah sepertiini berlalu jatuh satu persatu di kakiku..
aku pun tersenyum..seraya mengingat kembali masa indah dan suram yagn entah nyata entah tidak…
di kala smua impian menjadi satu seutuhnya.. aku pun menatap gerimis yang retak beribu dari kaca kantorku..
kebahagiaan ini yagn telah kudapat dari perjalanan yang menghabiskan setengah masa hidupku, takkan mau kuganti dengan apapun..
kebahagiaan akan sebuah kesadaran yagn lahir dari keilahian Tuhan yang Agung.. meski terlahir dari sebuah black diary yang berpotensi untuk menyusahkanku menuju negeri terakhir itu..
tapi aku yakin .. dari black diary itu lah. aku menemukan kunci kebahagian sejatinya.. aku yang telah menemukan kebahagian. hulu hilir.. aku berlari dan kembali pulang.. dengan luka menganga.. tapi tak apalah.. karean kebahagiaan ini telah ditakdirkan untuk tetep tersemayam dalam hatiku hingga ajal nanti.. lallu..
masih di tengah gerimis yang pecah beribu.. aku terus merasakan nikmatnya anugrah akan kesadaran yang tiada duanya ini.. aku yang telah melihat indah Tuhanku.. aku yang telah meliahat keistimewaan hidupku. penuh liku dan tak terbayar.. aku yagn telah menemukan rumah dlm pelukan ibuku..
dan aku pun kembali pulang.. tersenyumm..
ya Illahi.. terimakasi untuk kesempatan kedua dan atas kesadaran ini..
sungguh manis rasanya..
Isya Allah sayangku Ana.
Aku saya cinta kamu.
Big peluk la.
=)
Dah.
Comment by Jaroslav — March 11, 2009 @ 7:15 pm |
ah.. dear.. how did you find my blogs? hehehe
big hug for you, zlatko..
som rada ze sa mas dobre.. ^^
Comment by anastasia87 — March 12, 2009 @ 1:24 am |